Semua tulisan di sini adalah hasil uneg-uneg kala bete berat, jam kuliah kosong, dan ketika hotspot kampus bisa diajak kerja sama.
RSS

About Me

Foto Saya
LiliQue
Anak bungsu dari 4 bersaudara. Waktu kecil nakal setengah mati dan hobi banget berkelahi. Sekarang jadi mahasiswi teknik informatika Universitas Negeri Malang yang masih aja sering pulang karena kangen masakan ibu tercinta (yah gimana ga kangen masakan rumah kalo makanan anak kos ya begitu-begitu aja!). Punya rambut panjang sepunggung tapi sering dipanggil 'Mas', tinggi semampai (a.k.a semeter tak sampai). Selalu dapat peran jadi hantu kalo ada drama gara2 punya mata besar dan nakutin kalo melotot. Enggak terlalu berbakat berurusan sama anak kecil karena kalo ada anak kecil yg tadinya diam pasti cemberut begitu liat aku, yg tadiny ketawa ngakak malah nangis terisak..(ga tau knapa padahal akunya diem aja...ckck...ckck...).
Lihat profil lengkapku
Welcome to My Blog

Yang melirik Blog seadanya ini..

A Moment to remember..

"Everything passes away...
But i wish i could remember my love forever..."




Sebenarnya salah satu hal yang ga gue sukai adalah sad ending film. Makanya setiap gue baca sinopsis film yang mengisyaratkan bakal sad ending, gue ga akan pernah 'menjamah' tuh film. Tapi entah mengapa pas liat cover film ini gue kepengen banget nonton. Alasannya? Karena gue kepengen nangis! Bukannya lagi ada masalah sih,cuma lagi pengen terharu coz jangan2 kalo ga gitu lama-lama hati gue bisa dijadiin arca alias membatu.

Meski nih film diproduksi di korea selatan sana sejak taon 2004, gue ga tau kenapa nih film masih nangkring di deretan recent release-nya VIDEO EZY. Tapi kayaknya nih film dilepas di indonesia raya oleh distributornya sekitar September 2007.


Cerita film ini diawali dengan adegan seorang cewek cantik bernama Kim Su Jin yang menunggu kekasihnya di stasiun,tapi sampe malam sang kekasih ga ketahuan batang hidungnya. Usut punya usut kekasih yang rencananya mau kabur itu ternyata udah punya istri, jadi bisa dibilang Kim Su Jin itu ngerebut suami orang (weleh...jadi kayak acara gosip nih!!),tapi si cowok ga nepatin janji alias ogah kabur.

Kim Su Jin jelas kesel n gondok banget sampai dia ketemu cowok lain karena kejadian konyol dengan sekaleng coca-cola di suatu minimarket. Cowok yang baru dikenalnya ini namanya Choi Cul Soo, orangnya sangar, ga bisa ditebak, n kebetulan kerja sebagai tukang kayu di perusahaan ayah Su Jin. Kehidupan Su Jin yang serba kecukupan baik secara materi maupun kasih sayang beda banget dengan kehidupan Cul Soo yang serba keras dan misterius. Tapi meski begitu,mereka tetep aja pacaran dan melewati hari dengan bahagia bahkan Cul Soo akhirnya lulus ujian sebagai arsitek berkat dukungan Su Jin. Cuma sayangnya, Cul Soo bukan orang yang bisa dengan mudah mengungkapkan perasaan, makanya dia ga pernah sekalipun bilang "I Love U" ke Su Jin dan 'mengkeret' saat Su Jin mengajaknya nikah. Su Jin ga putus asa, dia membawa Cul Soo ke tempat-tempat yang paling romantis dan penuh kenangan demi membuat Cul Soo mengucapkan 'mantra keramat itu' dan mau menikah.
Akhirnya mereka emang nikah sih meski awalnya ditentang ayahnya Su Jin, tapi begitu Sang Ayah sadar betapa besar cinta diantara mereka (ciieee.....!!!, Sang Ayah luluh juga. Abis nikah mereka bisa dibilang keluarga bahagia nih,meski ada satu masalah cukup besar yang bikin mereka berantem yaitu soal Cul Soo yang ga mau maafin ibu kandungnya sendiri (masalahnya apa gue ga terlalu 'ngeh', tapi kayaknya soal hutang), tapi setelah dibujuk Su Jin Cul Soo mau juga maafin.

Masalah lain dimulai saat Su Jin yang dari kecil suka banget lupa sama suatu hal mulai ga bisa mengingat jalan menuju ke kantor dan pulang ke rumahnya, padahal dia selalu melewati jalan-jalan itu selama hampir 3 tahun. Karena penasaran Su Jin pergi ke dokter, dan setelah menjalani berbagai macam tes dia divonis dokter menderita penyakit keturunan yang bernama
Alzheimer yang ga bisa disembuhkan baik dengan operasi ataupun obat.
Su Jin ga ngerti penyakit apa itu sampai dijelasin dokter bahwa dalam waktu dekat dia nggak akan bisa mengingat apa-apa lagi, jalan, keluarganya, dirinya sendiri dan seluruh memori hidupnya. Dia akan mengalami kematian secara mental terlebih dahulu sebelum kemudian meninggal secara fisik.

Siapa sih yang ga shock mendengar hal macam begitu, Su Jiin baru saja mengalami kebahagian setelah peristiwa menyakitkan dengan mantan pacarnya tapi dalam waktu singkat dia harus kehilangan semua kenangan indahnya. Meski Su Jin berusaha menyembunyikan kenyataan ini dari Cul Soo dan keluarganya, pada akhirnya Cul Soo tahu juga karena sikap aneh Su Jin yang tiba-tiba berhenti kerja atau membekalinya dengan 2 kotak nasi tanpa lauk.

Tapi semuanya sedikit terlambat bagi Cul Soo karena Su jin sudah mulai ga bisa mengingat dia lagi dan bahkan mengira Cul Soo adalah mantan pacarnya yang bernama Young Min. Meski dengan hati perih, Cul Soo tetap menyayangi Su jin dan berusaha keras memperlambat hilangnya ingatan Su jin dengan menuliskan hal-hal penting di setiap sudut rumah.

Semuanya berjalan cukup lancar sampai akhirnya Su Jin menghilang dan meninggalkan sepucuk surat untuk Cul Soo yang ditulisnya pada moment tertentu ketik sedikit ingatannya kembali. Di surat itu Su jin mengatakan bahwa satu-satunya orang yang dicintainya hanya Cul Soo dan bahwa sekalipun ingatannya hilang, Cul Soo tetap ga akan bisa terhapuskan karena Cul Soo adalah bagian dari dirinya (suratnya bener-bener menyayat hati banget sampai-sampai gue akhirnya dengan sukses nangis cukup parah
).

Lalu endingnya? Cul Soo akhirnya bisa melacak keberadaan Su Jin. Dia mengajak Su Jin bernostalgia ke tempat pertama kali mereka bertemu dulu, berharap Su Jin mampu mengingatnya meski untuk sesaat. Mereka pergi ke toko tempat mereka bertemu dulu dimana keluarga dan kenalan mereka menunggu di sana. Dalam suasana yang hangat itulah akhirnya Su Jin memperoleh ingatannya sesaat dan saat itu Cul Soo akhirnya berkata
"Saranghae Yo..."
(i love u...)



Satu hal lagi dari film ini yang gue pelajari, bahwa ingatan ternyata begitu berharga. Meski sering kelimpungan pas ngadepin ujian hapalan karena kapasitas memori yang kecil dan ga pernah di-up grade, tapi ngeliat film ini gue jadi menyadari betapa berharganya ingatan itu. Trus meskipun endingnya ga terlalu happy (karena Su Jin pasti juga akan melupakan pernyataan cinta Cul Soo) tapi seenggak-enggaknya Cul Soo berhasil mengatakan perasaannya untuk menghapus kegundahan Su Jin. Menurut gue 'A moment to remember' yang sebenarnya adalah moment saat perasaan mereka tersampaikan satu sama lain.
Film ini dapat banyak penghargaan di ajang internasional karena mengangkat tema yang ga biasa tentang Alzheimer yang berbahaya namun sayangnya kurang dipahami masyarakat sehingga penanggulangannya sulit.

Hmmm...coba aja bandingin sama sinetron-sinetron indonesia yang kalo udah kehabisan cerita ujung-ujungnya pasti ada aja yang tokoh utamanya dibikin amnesia , ihhh...ga banget deh!! sama sekali ga ada gregetnya, bukannya bikin terharu, malah bikin mual!!!
Jadi para sineas Indonesia, berjuanglah dengan keras untuk menghasilkan sesuatu yang berbobot.....

0 komentar:

Posting Komentar